Bebaskan Tahanan Hati Nurani, Jangan Ada Fery Kombo yang Lain

Mendengar mahasiswa Papua di Surabaya diperlakukan rasis, Fery Kombo, mantan Ketua BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Cendrawasih, secara damai menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur Papua di Jayapura. Hanya karena ekspresi damai ini, Fery bersama enam orang Papua lainnya dituduh makar.
Negara hingga kini semakin membatasi kebebasan berpendapat dan berkumpul berlebihan. Akibatnya, kini ada 35 tahanan hati nurani yang tersebar di Papua, Papua Barat, dan Maluku. Seperti Fery Kombo, mereka diancam dipenjara dan sebagian divonis bersalah hanya karena ekspresi damai mereka.


Kamu bisa membantu!
Desak Presiden Jokowi dan Menkumham RI bebaskan seluruh tahanan hati nurani yang masih mendekam di balik jeruji dan menjamin kebebasan berpendapat dan berkumpul secara damai.